Rupiah Anjlok ke Rp16.793: Efek The Fed, Geopolitik, dan Target Ekonomi 2026
Curated by Supa AI
Ringkasan
- Rupiah dibuka melemah tajam ke Rp16.793 per dolar AS pada 8 Januari 2026, mencerminkan penguatan dolar global, sentimen kebijakan The Fed, dan ketegangan geopolitik internasional.
- Pemerintahan Prabowo-Gibran menargetkan pertumbuhan ekonomi 6,3% pada 2026, dengan visi mencapai 8% di akhir masa jabatan, namun Litbang Kompas memproyeksikan pertumbuhan realistis sekitar 5,1-5,3% tanpa reformasi struktural radikal.
- Bank Indonesia menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 8-12% untuk 2026, dengan fokus pada keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.
- Permintaan batu bara global diproyeksikan IEA akan mendatar dan mulai menurun signifikan setelah 2026, terutama di sektor ketenagalistrikan, meskipun saham-saham batu bara tertentu masih menarik bagi investor.
- Jawa Timur dinilai memiliki peluang usaha terbuka di sektor energi, teknologi informasi, dan hasil bumi, meskipun kondisi ekonomi global masih dibayangi dampak pandemi COVID-19 yang berkepanjangan.
Timeline
Fact Check
Rupiah dibuka melemah di level Rp16.793 per dolar AS pada Kamis, 8 Januari 2026.
Verified from 1 sources
Fakta ini disebutkan secara langsung dalam judul dan isi artikel Nusantara Terkini.
Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming menargetkan pertumbuhan ekonomi 6,3% pada tahun 2026 dan 8% di akhir masa jabatan.
Verified from 3 sources
Target pertumbuhan ekonomi 2026 dan akhir masa jabatan Prabowo-Gibran disebutkan konsisten di beberapa sumber.
Litbang Kompas memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 berada di kisaran 4,9-5,0 persen.
Verified from 1 sources
Proyeksi ini secara spesifik disebutkan oleh Litbang Kompas dalam artikel Kompas.id.
IEA memproyeksikan permintaan batu bara global akan turun tipis dan kembali ke level 2023 menjelang 2030, dengan penurunan signifikan mulai 2026 di sektor ketenagalistrikan.
Verified from 1 sources
Proyeksi IEA mengenai permintaan batu bara global dan tren penurunannya dijelaskan secara rinci dalam artikel KabarBursa.com.
Bank Indonesia menargetkan pertumbuhan kredit perbankan di kisaran 8–12% untuk tahun 2026.
Verified from 1 sources
Target pertumbuhan kredit ini secara eksplisit disebutkan dalam artikel Pantau 24 Jam.
Sources
Membedah Arah Kebijakan Ekonomi Indonesia di Tengah Tekanan Global
Dua buku baru Anggawira HIPMI mengulas relasi regulator-pelaku usaha, risiko distorsi pasar, hingga peran negara sesuai UUD 1945.
Jawa Timur Diuntungkan, Peluang Usaha Terbuka di Tengah Tekanan Global
Ketidakpastian global masih membayangi perekonomian dunia, namun peluang tetap terbuka bagi pelaku usaha yang mampu membaca arah perubahan.
Bank Indonesia Siaga Hadapi Target Kredit 2026 di Tengah Ketidakpastian Global
Bank Indonesia menatap tahun berjalan dengan satu sikap kunci: waspada. Di satu sisi, bank sentral ingin menjaga dorongan bagi ekonomi lewat pembiayaan yang...
Ekonomi 2026: Ujian Resiliensi dan Akselerasi
Perekonomian Indonesia berada di fase transisi yang krusial. 2026 bukan hanya lembar baru kalender fiskal, namun tahun pembuktian pertumbuhan dan stabilitas...
IEA Proyeksikan Batu Bara Global Tak Lagi Tumbuh Agresif Hingga 2030
IEA memproyeksikan permintaan batu bara global tak lagi tumbuh agresif hingga 2030 di tengah tekanan energi terbarukan dan gas.
BPKH Pastikan Jemaah Haji Khusus Terima Nilai Manfaat, Bukan Hanya Setoran
Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto. KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menegaskan komitmennya menjaga transparansi...
Rupiah Melemah di Awal Perdagangan, Dibuka di Rp16.793 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah ke Rp16.793 per dolar AS seiring penguatan dolar, sentimen The Fed, dan ketegangan geopolitik global.