Ustadz Edy Mulyadi Didepak dari Masjid: Islam Disterilkan dari Politik?
Curated by Supa AI
Ringkasan
- Wartawan senior Edy Mulyadi dicoret dari jadwal khutbah Jumat oleh pengurus masjid setelah 25 tahun rutin berceramah di sebuah masjid kompleks perumahan.
- Pencoretan ini terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026, dengan alasan "menghindari pembahasan isu-isu politik yang sensitif" di hadapan jemaah yang beragam.
- Edy Mulyadi menyoroti bahwa tindakan ini merupakan upaya "menjinakkan masjid" dan "mensterilkan Islam dari kritik dan politik", sebuah pola yang dianggap menguntungkan penguasa.
- Ia berpendapat bahwa Islam adalah agama yang kaaffah, mencakup keadilan dan kekuasaan, bukan hanya ibadah ritual semata.
- Edy Mulyadi menyerukan agar pengurus masjid kembali pada fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan moral umat, bukan perpanjangan tangan kekuasaan.
Timeline
Fact Check
Edy Mulyadi adalah seorang Wartawan Senior dan Aktivis Dakwah.
Verified from 2 sources
Kedua sumber Kedai Pena secara eksplisit menyebut Edy Mulyadi sebagai Wartawan Senior dan Aktivis Dakwah.
Edy Mulyadi telah rutin berkhutbah dan berceramah di masjid tersebut selama lebih dari 25 tahun.
Verified from 1 sources
Artikel opini Edy Mulyadi sendiri menyatakan durasi khutbah dan ceramahnya.
Pesan dari pengurus masjid diterima pada Kamis, 8 Januari 2026.
Verified from 1 sources
Tanggal penerimaan pesan WA disebutkan secara spesifik dalam artikel Edy Mulyadi.
Alasan pencoretan jadwal khutbah adalah 'menghindari pembahasan isu-isu politik yang sensitif'.
Verified from 1 sources
Kutipan langsung dari pesan WA pengurus masjid disebutkan dalam artikel opini Edy Mulyadi.
Sources
Topik Berita Isu Politik dalam Ceramah Masjid Arsip
Artikel ini ditulis oleh Edy Mulyadi, Wartawan Senior, Aktivis Dakwah. “Assalamu'alaikum Ustadz Edy, maaf jika mengganggu waktunya. Perkenalkan saya xxx .
Masjid yang Dijinakkan: Ketika Islam Disterilkan dari Kritik dan Politik
Artikel ini ditulis oleh Edy Mulyadi, Wartawan Senior, Aktivis Dakwah. “Assalamu'alaikum Ustadz Edy, maaf jika mengganggu waktunya. Perkenalkan saya xxx.